Thursday, May 2, 2013

Komet ISON akan terlihat pada 12 Januari 2014


Komet ISON pada jarak terdekat dari Jupiter pada jarak 618 km dari Matahari. Citra teleskop Hubble pada 10 April 2013

Keberadaan komet ISON yang diramalkan akan menjadi komet yang paling terang sepanjang tahun 2013 dan bahkan diramalkan akan lebih terang dari purnama. Keberadaan komet ISON ini akan menimbulkan dampak hujan meteor yang berbeda dari biasanya. Hujan meteor diperkirakan akan terjadi pada 12 Januari 2014. Perkiraan ini berdasarkan hasil simulator komputer oleh ilmuwan dan perkiraan pergerakan komet ISON dan debu yang ditinggalkannya. Hujan meteor terjadi karena keberadaan partikel debu yang ditinggalkan oleh komet ISON, partikel debu tersebut memiliki ukuran yang lebih kecil dari diameter sel darah merah manusia. Partikel debu tersebut bergerak secara dua arah yaitu ada yang menjauhi bumi dan ada yang mendekati bumi.

Pada kasus Komet ISON ini agak berbeda dengan komet pada umumnya, dimana komet pada umumnya meninggalkan jejak di belakangnya tetapi hal tersebut sedikit berbeda pada kasus komet ISON, pada komet ISON jejaknya ada yang tertarik oleh matahari karena posisi komet ini yang bergerak sangat dekat dengan matahari karena gaya gravitasi dari matahari dan disisi lain juga ada pengaruh gravitasi dari bumi, itu sebabnya diperkirakan jejak debu dari komet ISON adan bergerak dua arah. Bill Cooke, periset Meteoroid Environmental Center di Marshall Spaceflight Center, Huntsville, seperti dikutip Discovery, Selasa (23/4/2013) menyatakan bahwa fenomena ini memang jarang terjadi dimana ada partikel yang menjauhi bumi dan sekaligus mendekati bumi.

Terkait dengan hujan meteor dari komet ISON tidak akan terjadi hujan meteor atau bintang jatuh karena pertikel debu yang sangat kecil walaupun kecepatan geraknya dapat mencapai 200 Km / jam partikel debu ISON akan tampak diam. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Astronom Paul Wiegert dari University of Western Ontario. Hujan meteor yang terjadi nanti akan tampak seperti awan biru bercahaya, atau lebih dikenal dengan sebutan " noctilucent" atau awan bercahaya pada malam hari. Debu komet ISON akan sampai ke bumi dengan diam diam.

Terkait dengan penemuan komet ISON ditemukan oleh astronom amatir asal Rusia pada bulan September 2012. Nama ISON sendiri diambil dari International Scientific Optical Network (ISON) yaitu tempat dimana astronom amatir asal Rusia melakukan opservasi. Komet ISON diyakini memasuki tata surya pertama kali pada 110.000 tahun terakhir. Komet ISON jika mendekati matahari diyakini tidak akan bertahann, tetapi jika komet ini dapat meloloskan diri dari jerat gravitasi matahari maka jarak terdekatnya nanti adalah 1.120.000 Km pada 28 November 2013, sedangkan jarak terdekat dari bumi sekitar 64 juta Km pada 26 Desember 2013 mendatang.

 

Sumber :

DISCOVERY

http://sains.kompas.com/read/2013/04/24/08143151/Akan.Ada.Hujan.Meteor.Langka.akibat.Komet.ISON

No comments:

Post a Comment